Sabtu, 28 Juni 2014

cinta kita

 Ijinkan AKu hanya sedetik menatapmu
Meski hati ini tak seharusnya menyapa harapan
harapan indah untuk bersamamu
namun ijinkan aku menatapmu,
meski untuk yang terakhir kali

Ijinkan aku bertanya kepada Tuhan
kenapa cinta ini harus hadir
dan tertaut pada mu ?
inikah ujian hati? ataukah sekedar lelucon tuhan?

airmata ini menjadi kenangan terakhir tentangmu
satu - satunya hal yang akan tetap menemaniku
saat sendiri, saat kau tak lagi disisi,
saat kau tak bisa aku miliki,

terendap laraku,
laksana luka yang tergores dari pisau berkarat
kian lama kan kian bernanah
 aku takut dengan rinduku
tapi selalu menikmati rindu ini
aku cemas dengan kecemasanku
tapi aku teramat menghayati

Aku tau takan ada kebersamaan abadi untuk kami
tapi ijinkan satu detik saja
untuk menatapmu
untuk sekedar menyakinkanku
bahwa engkau bukanlah untukk


seperti dipermainkan takdir
kenapa cinta harus hadir dalam hati
jika luka yang menjadi pengikat cerita kita
jika perpisahan  yang harus dirasa

Apakah cinta ini hanya sebuah fatamorgana
yang memaksa hati untuk merasa dahaga
haus akan kasih dan sayang
atau sekedar impian semu yang takan jadi nyata

Kau hadir membawa senyum
dan kau pergi membawa senyum 
tinggalah air mata yang kau sisakan
dan kesedihan yang tak berkesudahan

masih ingatkah janji yang kau ihkrarkan 
tentang impian yang dibalut kesetiaan
tentang cinta abadi yang terhias kasih sayang
tentang keindahan dalam naungan kebersamaan

kini janjimu kau bawa pergi
kau berikan luka yang kau tancapkan dihati
luka abadi yang menancap jiwa
berdarah darah merintih memperparah hasratnya

semoga sakit ini membuatmu tersenyum
semoga luka ini membawamu pada kebahagian
karena disni aku tetap berdoa 
ada hal terindah  disetiap perpisahan 

Maafkan aku,
Mengagumimu tanpa engkau tau
Karena kau cukup mudah membuatku kagum
Dengan segala keanggunan dan keindahan auramu..
Maafkan aku,
Karena aku hanyalah pelukis yang buruk
Pelukis yang hanya mampu menggambar wajahmu dengan samar
Sehingga hilang paras anggun pesonamu..
Maafkan aku,
Karena goresan kuasku tak mampu untuk mengganti auramu
Aura yang senantiasa menyelimutimu dengan warna
Warna keindahan yang menciptakan kekaguman
Kekaguman dari setiap mata yang memandangmu..
Maafkan aku,
Karena kanvas lukisku tak akan pernah cukup untuk menangkap keindahanmu
Karena ini hanyalah kanvas kecil yang usang
Sehingga tak akan mampu melukis jelas paras indahmu Karena keindahanmu yang begitu sempurna..

Secercah cahaya
Sinar mentari nan lembut menerpa tubuhku
Benakku membawa sebuah pertanyaan
Tanda tanya besar soal hidup
Tumbuh bersama kisahku
Hidup membuatku berfikir
Melewati masalah yan terasa pahit
Tapi…. dengan cara itulah ku menjadi dewasa
Angin yang berhembus
Ilusi yang berarakan diangkasa
Menciptakan relief-relief mimpi
Membuatku tersadar
Hidup atas tujuan dan mimpiku
Mengarungi samudra peluang
Yang luas dan dalam
Sukar namun hasilnya tak bisa dibohongi
Melewati takdir
Ku syukuri anugrah tuhan
Mengarungi hidup
Berlayar diatas perahu harapan
Berusaha tuk menjadi yang terbaik
Hidup hanya sekali
Dan tak kan terulang lagi Bersama caaya kutempuh jalan hidupku

Barisan kalimat itu akhirnya
harus membeku dan hanya
menyisakan rangkaian kata
tanpa makna.
Kamu… ya, semua tulisan itu tentang kamu.
kamu yang tinggal di setiap
bait pesan yang kutitipkan dibibir malam.
kamu yang singgah di setiap kegalauan sebelum tidur
Si manja merepotkan
yang mulai meracuni pikiranku
dan kau tau apa bagian terburuknya?
“aku menyukainya”
Sedikit menyebalkan
tapi berada didekatmu…
rasanya seperti menemukan
sebatang lilin saat listrik mati
Mereka bilang, ini cinta?
makanya, aku tidak peduli
mau bodoh atau konyol
tetaplah seperti itu…
Tetaplah menjadi lilin kecilku yang manja
tetaplah menjadi matahari terbit
di ruang hati dimana aku bisa mengingatmu setiap saat Karena aku mencintaimu….


Tidak ada komentar: